KKO EDISI REVISI TAKSONOMI BLOOM

Salam sejahtera untuk kita semua, Sahabat predator dapodik.com pada artikel kali ini admin akan menjelaskan terkait dengan KKO EDISI REVISI TAKSONOMI BLOOM, dimana dalam kurikulum 2013 KKO EDISI REVISI TAKSONOMI BLOOM ini sangat berguna untuk menentukan kriteria kata kerja dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

KKO EDISI REVISI TAKSONOMI BLOOM

Taksonomi Bloom pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya.

Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:
1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama.

Itulah yang dapat admin sampaikan terkait KKO EDISI REVISI TAKSONOMI BLOOM pada artikel kali ini.

Untuk lebih jelasnya silahkan sahabat dapat mengunduh KKO EDISI REVISI TAKSONOMI BLOOM ini pada link berikut : https://drive.google.com/open?id=1Uri1u_mTSV0B_pcT_Uaa_pZMAv4IzYzX

Semoga bermanfaat!!!

You May Also Like

About the Author: Yayan Maliki

Tetap jadi diri sendiri itu lebih baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!