Analisis Perengkingan CPNS 2018

Selamat malam sahabat predatordapodik.com, pada artikel kali ini admin akan berbagi mekanisme Analisis Perengkingan CPNS 2018, berikut alurnya :

Analisis Perengkingan CPNS 2018

Rangkaian Tes CPNS 2018:

1. Seleksi Administrasi,
2. SKD 100 Soal terdiri dari TWK, TIU, TKP.
3. SKB1 biasanya Psikotes.
4. SKB2 biasanya praktek kerja, tes tulis atau CAT dengan Materi sesuai bidang yg di lamar, tes Kesehatan atau tes Kesemaptaan.
5. SKB3 biasanya Wawancara.
6. Perankingan hasil Nilai integrasi SKD + SKB1 + SKB2 + SKB3.
7. Rekomendasi DR/TDR bagi sebagian Kementerian yg menggunakan sistem ini,,, dengan menggunakan jasa Analis Psikolog.

Mekanisme :
1. Peserta yg Lulus Seleksi Administrasi di nyatakan berhak mengikuti SKD.
2. Peserta yg Lulus Passing Grade SKD dinyatakan berhak mengikuti SKB.
Jumlah Peserta SKB 2x hingga 3x Jumlah Formasi yg dibutuhkan.

Dalam hal mendesak seperti CPNS Kemenkumham 2017 dimana jumlah Peserta yg lulus Passing Grade SKD lebih sedikit dari jumlah formasi yg di butuhkan secara mendesak maka terdapat pengecualian bagi Peserta yg tidak lulus Passing Grade SKD di tarik kembali ke SKB berdasarkan Perankingan, untuk memenuhi jumlah peserta SKB 2x hingga 3x dari jumlah formasi.

3. Peserta yg mengikuti SKB1 umumnya dilanjutkan dgn SKB2, pada tahapan ini Nilai belum di jumlahkan.
4. Peserta yg telah mengikuti SKB2, umumnya mulai di Ranking oleh Panselnas dari hasil Nilai integrasi SKD + SKB1 + SKB2 namun belum di Publikasikan.
Dan Peserta yg berada di daftar urutan tertinggi dengan jumlah melebihi kuota formasi di panggil untuk SKB3 atau Wawancara.
Misal : formasi yg dibutuhkan 10 orang maka yg dipanggil SKB3 atau wawancara adalah Ranking 1-15 skor sementara.
5. SKB3 adalah bagian dimana Panselnas melihat diri pribadi peserta, layak atau tidak, untuk mengisi formasi jabatan yg dibutuhkan.
SKB3 atau Wawancara memiliki Nilai 30%-40% dari Nilai seluruh SKB.
6. Perankingan Akhir, Nilai Integrasi SKD + SKB1 + SKB2 + SKB3 atau Nilai Wawancara untuk menentukan Kelulusan.
7. Sebagian instansi tertentu seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat 2017 menggunakan jasa Analis Psikolog dan menyerahkan semua Nilai Akhir tsb ke Psikolog untuk di Nilai lagi layak atau tidak berdasarkan indikator-indikator tertentu seperti : Nilai sikap, kepribadian, potensi akademik, kesesuaian karakter dgn bidang kerja yg dibutuhkan dsb yg terdapat pada integrasi Nilai SKD + SKB.

Kemudian keluarlah Rekomendasi DR (Disarankan) dan TDR (Tidak Disarankan).
Artinya : “Walaupun Ranking Akhir Peringkat 1,, tapi jika menurut Analisa Psikolog tsb kita tidak Layak,, (Passion dan Karakter kita tidak sesuai dengan formasi jabatan yg dibutuhkan) maka akan muncul Rekomendasi TDR atau Tidak Disarankan,,, dan Gugur atau Tidak Lulus”.

Seperti Kejadian di Kementerian Kelautan dan Perikanan 2017,,, Ranking 1 Nilai Akhir malah tidak Lulus, karena dapat Rekomendasi TDR (Tidak Disarankan) oleh Analis Psikolog.

Semoga bermanfaat!!!

You May Also Like

About the Author: Yayan Maliki

Tetap jadi diri sendiri itu lebih baik

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!